Selasa, 20 Januari 2015

Awal Januari




Hari pertama di bulan januari disambut oleh cuaca yang mendung, langit gelap, yang artinya sebentar lagi akan turun hujan. Yap! Hari ini pas menggambarkan suasana hatiku yang semalam mengetahui semua kebohongan dan pengkhianatan yang telah kamu lakukan. Bahkan aku masih berharap bahwa itu hanyalah mimpi, mimpi buruk , tapi aku salah karena itu semua adalah kenyataan, kenyataan pahit yang harus aku terima.
...
“Udah bangun Le?” tanya Vivi
“eh iya Vi, maaf aku kesiangan” jawabku.
“Nggak apa-apa santai aja lagi Le” sahutnya.
“Hari ini kita jadi ke pameran foto itu kan Vi?” tanyaku
“Jadi kok, ini aku udah mau mandi, kamu juga siap-siap gih”perintahnya.
“oke Vi.”
Lalu, aku dan Vivi bergegas untuk segera pergi ke pameran foto yang sudah kami rencanakan.
...
Sesampai di pameran foto, aku izin sama Vivi untuk ke toilet. Aku pun berlari dan mungkin karena terburu-buru aku tidak melihat sekitarku.
Brukkk..
Aku menabrak seseorang dan terjatuh.
“Eh, maaf aku nggak sengaja soalnya aku buru-buru” kataku sambil membereskan isi tasku yang berserakan.
“iya nggak apa-apa tapi lain kali hati-hati, sini aku bantu” sahutnya sambil mengulurkan tangannya.
“Makasih, sekali lagi maaf, aku bener-bener nggak sengaja” kataku
“iya, aku Andre.” Sahutnya sambil mengambil tanganku lalu menjabatnya.
“Oh iya aku Lea” balasku sambil tersenyum.
“Maaf aku harus pergi, makasih juga yah?” sambungku lalu aku bergegas pergi.
...
Aku pun kembali ke pameran foto dan menemui Vivi. Selama di pameran aku tidak fokus, fikiranku tertuju pada cowok yang namanya Andre, entah kenapa dia nggak marah udah aku tabrak dan malah ngajak kenalan. Entahlah, aku masih tidak mengerti.
...
“le, makan yuk.”ajak vivi.
“yuk”sahutku.
Kami pun bergegas menuju sebuah cafe. Sesampai di cafe, aku dikejutkan oleh lambaian tangan seseorang yang sedang menuju ke arahku.
“Eh, kita ketemu lagi yah?”katanya
“Oh eh hai”jawabku kikuk.
“siapa nih Le?”bisik Vivi.
“Oh iya Ndre, ini Vivi sahabat aku, Vi, ini Andre yang tadi aku ngga sengaja nabrak pas aku mau ke toilet” sambungku.
Kami bertiga pun makan bersama, dan ternyata sosok Andre telah membuatku kagum tanpa aku sadari, dia orangnya humoris, ramah, dan juga memiliki sisi misterius. Nggak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami pun berpisah di cafe itu, dengan saling bertukar nomor telfon.
...
Sejak hari itu, aku dan Andre sering bertemu , dia sering menelfonku dan mengajakku makan atau hanya sekedar jalan-jalan, membahas hal-hal yang kami anggap seru. Kapasitas pertemuan kami bisa dibilang sering, entah bagaimana awalnya, yang pasti kamu berdua menikmati kebersamaan ini.
...
Tanpa aku sadari, aku mulai merasa nyaman berada dekat Andre, entah karena apa, mungkin aku mulai jatuh cinta. Kalau seperti itu, aku berharap ini menjadi Awal yang baik di awal tahun dan awal bulan ini. Semoga...

-----------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar