Hari
pertama di bulan januari disambut oleh cuaca yang mendung, langit gelap, yang
artinya sebentar lagi akan turun hujan. Yap! Hari ini pas menggambarkan suasana
hatiku yang semalam mengetahui semua kebohongan dan pengkhianatan yang telah kamu
lakukan. Bahkan aku masih berharap bahwa itu hanyalah mimpi, mimpi buruk , tapi
aku salah karena itu semua adalah kenyataan, kenyataan pahit yang harus aku
terima.
...
“Udah
bangun Le?” tanya Vivi
“eh
iya Vi, maaf aku kesiangan” jawabku.
“Nggak
apa-apa santai aja lagi Le” sahutnya.
“Hari
ini kita jadi ke pameran foto itu kan Vi?” tanyaku
“Jadi
kok, ini aku udah mau mandi, kamu juga siap-siap gih”perintahnya.
“oke
Vi.”
Lalu,
aku dan Vivi bergegas untuk segera pergi ke pameran foto yang sudah kami rencanakan.
...
Sesampai
di pameran foto, aku izin sama Vivi untuk ke toilet. Aku pun berlari dan
mungkin karena terburu-buru aku tidak melihat sekitarku.
Brukkk..
Aku
menabrak seseorang dan terjatuh.
“Eh,
maaf aku nggak sengaja soalnya aku buru-buru” kataku sambil membereskan isi
tasku yang berserakan.
“iya
nggak apa-apa tapi lain kali hati-hati, sini aku bantu” sahutnya sambil
mengulurkan tangannya.
“Makasih,
sekali lagi maaf, aku bener-bener nggak sengaja” kataku
“iya,
aku Andre.” Sahutnya sambil mengambil tanganku lalu menjabatnya.
“Oh
iya aku Lea” balasku sambil tersenyum.
“Maaf
aku harus pergi, makasih juga yah?” sambungku lalu aku bergegas pergi.
...
Aku
pun kembali ke pameran foto dan menemui Vivi. Selama di pameran aku tidak
fokus, fikiranku tertuju pada cowok yang namanya Andre, entah kenapa dia nggak
marah udah aku tabrak dan malah ngajak kenalan. Entahlah, aku masih tidak
mengerti.
...
“le,
makan yuk.”ajak vivi.
“yuk”sahutku.
Kami
pun bergegas menuju sebuah cafe. Sesampai di cafe, aku dikejutkan oleh lambaian
tangan seseorang yang sedang menuju ke arahku.
“Eh,
kita ketemu lagi yah?”katanya
“Oh
eh hai”jawabku kikuk.
“siapa
nih Le?”bisik Vivi.
“Oh
iya Ndre, ini Vivi sahabat aku, Vi, ini Andre yang tadi aku ngga sengaja nabrak
pas aku mau ke toilet” sambungku.
Kami
bertiga pun makan bersama, dan ternyata sosok Andre telah membuatku kagum tanpa
aku sadari, dia orangnya humoris, ramah, dan juga memiliki sisi misterius.
Nggak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami pun berpisah di cafe itu, dengan
saling bertukar nomor telfon.
...
Sejak
hari itu, aku dan Andre sering bertemu , dia sering menelfonku dan mengajakku
makan atau hanya sekedar jalan-jalan, membahas hal-hal yang kami anggap seru.
Kapasitas pertemuan kami bisa dibilang sering, entah bagaimana awalnya, yang
pasti kamu berdua menikmati kebersamaan ini.
...
Tanpa
aku sadari, aku mulai merasa nyaman berada dekat Andre, entah karena apa,
mungkin aku mulai jatuh cinta. Kalau seperti itu, aku berharap ini menjadi Awal
yang baik di awal tahun dan awal bulan ini. Semoga...
-----------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar