Senin, 26 Januari 2015

I KNOW HE IS LYING TO ME, BUT I KEEP WANTING HIM


“Apa....??”  
Alya menutup mulut Gista dengan tangannya untuk menghindari tatapan aneh orang-orang di sekitar mereka akibat suara cempreng milik Gista. Dia sudah maklum dengan kehebohan sahabatnya itu.
“Berisik tau gak! Malu diliatin orang”, katanya.
“Iya sori kelepasan kali Al, lagian lo itu bego atau kenapa sih, punya pacar kok kayak ngga punya, lo sakit dia malah tetap nomor satuin kerjaan? Ampun dehh”.
Sejujurnya, Alya juga mengharapkan perhatian dari Glenn. Buat apa punya pacar, kalau nyatanya itu cuman sekedar status? Bukannya Alya mau bergantung terus sama orang lain, tapi setidaknya Glenn meluangkan waktu untuk mengantar Alya yang tengah sakit.
“Ya ampun Gis, gue ini udah gede kali, masa gitu aja pake dianterin? Emangnya gue udah sekarat gitu, sampai harus dianterin segala?”
“Terserah lo aja deh Al! Capek gue ngeliat hubungan lo sama Glenn, masa kerjaan lebih pening daripada pacar?”
Yaps! Gista bener! Gumam Alya dalam hati. Tapi, apa yang bisa Alya harapkan dari Glenn? Karena, ada sesuatu yang nggak ada satupun orang tau kecuali Alya. Yang jelas Alya sudah cukup bahagia memiliki Glenn sebagai pacarnya.
“Udah nggak usah dibahas lagi, yuk balik kantor, gue masih punya banyak kerjaan” desahnya.
Setelah mereka selesai, mereka berdua pun kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan yang sudah menanti mereka.
...
Sesampai di kantor, Alya masih belum bisa fokus dengan pekerjaannya, fikirannya masih tertuju kepada Glenn, sosok yang sangat dicintainya sudah terlalu jauh dalam jangkauannya, Alya takut kalau hal yang paling ia takutkan terjadi, ia tidak siap jika Glenn harus meninggalkannya, ia masih sangat belum siap menghadapi semua itu.
Tapi, sebesar apapun ketakutannya, ia harus tetap menerimanya, karena itulah resiko yang harus ia terima memilih mencintai orang yang mencintai orang lain.
Alya tertegun sejenak.
Dengan gerakan lincah, ia menyentuh screen ponselnya dan menunggu seseorang mengangkat telfonnya.
“Glenn?”
“Halo Al, ada apa?”
“Bentar malam jadi kan Glenn?”
“Iya jadi kok, ku jemput jam 7 yah”
Lea pun tersenyum mendengar pernyataan itu.
“oke sampai ketemu Glen”
Alya menurunkan ponselnya lalu meletakkannya kembali ke dalam tas.
Alya berharap malam yang sudah lama dia nantikan akan menjadi malam yang indah.
...
Alya dan Glenn sudah berada di salah satu restoran.
Beberapa saat kemudian, pelayan datang ke meja mereka, lalu menyodorkan menu makanan dan minuman kepada mereka.
“Kamu mau makan apa Glenn?” tanya Alya.
“Samain aja sama kamu”
“Minumnya?” tanya Alya lagi.
“Lemon tea aja” ucapnya.
Dengan lincah, pelayan itu mencatat pesanan Alya dan Glenn lalu segera pergi.
...
Setelah mereka selesai menyantap makanan, tiba-tiba Glenn mengambil tangan Alya.
“Al, aku mau ngomong sesuatu” ucap Glen dengan tatapan serius.
Perasaan Alya mulai tidak enak, ia merasa bahwa hal buruk akan terjadi padanya malam ini.
“Ngomong aja Glenn.”
“Aku mau udahin hubungan ini Al”
Saat itu juga hati Alya bagai tersambar petir. Untungnya saat itu ia sedang duduk, kalau tidak, ia mungkin sudah tersungkur ke lantai saking lemasnya.
“Aku udah tau Glenn, suatu saat kamu pasti akan mengakhiri hubungan ini”
“Maafin aku Al, aku udah berusaha tapi aku ngga bisa mencintai kamu, aku harap kamu bisa dapat orang yang tulus mencintai kamu. Maafin aku Al.
Setelah mengucapkan itu Glenn meninggalkan Alya yang sedang menangis sendirian.
Akhirnya, hal yang selama ini Alya takutkan terjadi juga. Dari awal ia sudah mengetahui bahwa hubungan ini tidak akan bertahan lama, karena ia yakin Glenn selama ini berbohong tentang perasaannya, ia memang tidak pernah mencintai Alya, ia hanya kasihan dan menerima Alya karena kebaikan Alya selama ini. Tapi, Alya begitu bodoh sehingga ia tidak perduli dengan semua itu, karena ia menginginkan Glenn, ia sangat mencintai , meski akhirnya ia harus berpisah dengan Glenn.
Setidaknya, Alya bahagia pernah bersama dengan Glenn selama 5 tahun dan memiliki status berpacaran dengan Glenn. Dan Alya pun tidak tahu sampai kapan ia akan mencintai Glenn. Tapi, ia yakin suatu saat nanti ia akan melupakan semua kenangannya bersama Glenn.
Ia yakin dan bahkan sangat yakin.

----------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar