Selasa, 20 Januari 2015

Who Knows




Mungkin di setiap pertengkaran kita aku selalu berharap saat aku bangun keesokan harinya itu hanyalah sebuah mimpi buruk yang tidak akan pernah terjadi. Tapi, itu hanyalah sekedar harapan, kenyataannya hubungan ini sudah terlalu jauh dalam jangkauanku. Dan kamu iya, kamu sudah terlalu jauh dalam jangkauanku.
Aku benci menjadi lemah di hadapanmu. Aku benci menjadi tidak berdaya saat kau marah. Aku benci disaat aku harus meminta maaf di setiap pertengkaran kita. Dan malam itu menjadi malam yang paling berat untukku.
“Git, aku mau kita break dulu, aku capek” kata Iraz tiba-tiba.
“Tapi, aku ngga bisa Raz, aku minta maaf” pintaku.
“Ini cuman sementara Git, aku ngga mau ngeliat kamu sakit terus karna aku, aku mohon kamu ngerti Git, aku pulang.” Kata Iraz sambil berlalu.
Tangisku pun tumpah bersama dengan derasnya hujan. Iraz meninggalkanku tanpa memperdulikan hujan deras yang mengguyur tubuhku saat itu. Aku benci hal seperti ini, aku ngga kuat lagi.
.....
Perlahan ku buka mataku, tercium bau alkhohol yang sangat menyengat. Kulihat Manda menatapku dengan tatapan cemas.
“Git..Gita, kamu ngga apa-apa kan?” tanyanya.
“Aku ngga apa-apa Man, aku dimana? Aku kenapa?” sahutku.
“Kamu dirumah Git, tadi kamu pingsan, untung aja Deren nemuin kamu, kalau ngga, aku ngga tau gimana jadinya kamu”ucapnya.
“Thanks yah, sori juga aku udah ngerepotin kalian.”
“Yaudah sekarang kamu istirahat, nanti kamu udah baikan baru kamu cerita”, ucapnya.
.......
Keesokan harinya, aku menemui Manda yang sedang sibuk di dapur.
“Man, lagi ngapain?” tanyaku sambil mengmbil buah apel yang ada di atas meja.
“Lagi masak buat kamu nona cantik” ucapnya sambil terus mengaduk masakannya.
“Man, aku bodoh yah? Nangisin Iraz sampai segitunya?”sambungku
“Ngga ada yang bodoh kok Git, mungkin Iraz nya aja yang belum sadar kalau ada cewek yang tulus dan rela ngelakuin apapun demi kebahagiaannya dia, sabar aja Git, nanti bakalan ada waktunya dimana semua sesuai dengan apa yang kamu harapkan, sabar aja”lanjutnya.
“Semoga Man”
“Yaudah makan dulu abis itu kita ke kampus, soalnya siang ini ada rapat senat”ujarnya.
“oke Man thankyou” ucapku sambil memakan masakan yang dibuat oleh Manda.
.....
Sesampai di kampus aku ngga langsung ngikutin Manda, aku nemuin Iraz yang lagi asyik ngobrol sama Deren. Tapi, melihat kedatanganku, Iraz langsung bergegas pergi meninggalkan Deren. Aku kembali menangis.
...
Aku pulang kerumah tanpa menghiraukan apapun dan siapapun, aku hanya ingin sendiri saat ini, sendiri menenangkan semuanya. Entah sampai kapan. Dan aku berharap saat semua sudah tenang nanti, Iraz akan kembali ke sisiku dan menjadi Iraz yang aku mau yang kembali mencintaiku dengan sepenuh hati. Dan aku akan menunggu entah sampai kapan dan entah sampai berapa lama, yang pasti aku akan tetap menunggu.

---------------------

INGGIT ANNISA QADRIYAH
STIEM BONGAYA MAKASSAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar