Mungkin
di setiap pertengkaran kita aku selalu berharap saat aku bangun keesokan
harinya itu hanyalah sebuah mimpi buruk yang tidak akan pernah terjadi. Tapi,
itu hanyalah sekedar harapan, kenyataannya hubungan ini sudah terlalu jauh
dalam jangkauanku. Dan kamu iya, kamu sudah terlalu jauh dalam jangkauanku.
Aku
benci menjadi lemah di hadapanmu. Aku benci menjadi tidak berdaya saat kau
marah. Aku benci disaat aku harus meminta maaf di setiap pertengkaran kita. Dan
malam itu menjadi malam yang paling berat untukku.
“Git,
aku mau kita break dulu, aku capek” kata Iraz tiba-tiba.
“Tapi,
aku ngga bisa Raz, aku minta maaf” pintaku.
“Ini
cuman sementara Git, aku ngga mau ngeliat kamu sakit terus karna aku, aku mohon
kamu ngerti Git, aku pulang.” Kata Iraz sambil berlalu.
Tangisku
pun tumpah bersama dengan derasnya hujan. Iraz meninggalkanku tanpa
memperdulikan hujan deras yang mengguyur tubuhku saat itu. Aku benci hal
seperti ini, aku ngga kuat lagi.
.....
Perlahan
ku buka mataku, tercium bau alkhohol yang sangat menyengat. Kulihat Manda
menatapku dengan tatapan cemas.
“Git..Gita,
kamu ngga apa-apa kan?” tanyanya.
“Aku
ngga apa-apa Man, aku dimana? Aku kenapa?” sahutku.
“Kamu
dirumah Git, tadi kamu pingsan, untung aja Deren nemuin kamu, kalau ngga, aku
ngga tau gimana jadinya kamu”ucapnya.
“Thanks
yah, sori juga aku udah ngerepotin kalian.”
“Yaudah
sekarang kamu istirahat, nanti kamu udah baikan baru kamu cerita”, ucapnya.
.......
Keesokan
harinya, aku menemui Manda yang sedang sibuk di dapur.
“Man,
lagi ngapain?” tanyaku sambil mengmbil buah apel yang ada di atas meja.
“Lagi
masak buat kamu nona cantik” ucapnya sambil terus mengaduk masakannya.
“Man,
aku bodoh yah? Nangisin Iraz sampai segitunya?”sambungku
“Ngga
ada yang bodoh kok Git, mungkin Iraz nya aja yang belum sadar kalau ada cewek
yang tulus dan rela ngelakuin apapun demi kebahagiaannya dia, sabar aja Git,
nanti bakalan ada waktunya dimana semua sesuai dengan apa yang kamu harapkan,
sabar aja”lanjutnya.
“Semoga
Man”
“Yaudah
makan dulu abis itu kita ke kampus, soalnya siang ini ada rapat senat”ujarnya.
“oke
Man thankyou” ucapku sambil memakan masakan yang dibuat oleh Manda.
.....
Sesampai
di kampus aku ngga langsung ngikutin Manda, aku nemuin Iraz yang lagi asyik
ngobrol sama Deren. Tapi, melihat kedatanganku, Iraz langsung bergegas pergi
meninggalkan Deren. Aku kembali menangis.
...
Aku
pulang kerumah tanpa menghiraukan apapun dan siapapun, aku hanya ingin sendiri
saat ini, sendiri menenangkan semuanya. Entah sampai kapan. Dan aku berharap
saat semua sudah tenang nanti, Iraz akan kembali ke sisiku dan menjadi Iraz
yang aku mau yang kembali mencintaiku dengan sepenuh hati. Dan aku akan
menunggu entah sampai kapan dan entah sampai berapa lama, yang pasti aku akan
tetap menunggu.
---------------------
INGGIT
ANNISA QADRIYAH
STIEM
BONGAYA MAKASSAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar